UNGGAH-UNGGAHAN
“TRADISI YANG PENUH MAKNA”
oleh : Solichun, S.Ag
Unggah-Unggahan berasal dari kata
“munggah” dalam bahasa Indonesia “naik”,bentuk tradisi yang sudah dilakukan oleh kaum Nahdliyin
bertahun-tahun sebagai wujud rasa senang dan bersyukur kepada Allah untuk menyambut datangnya bulan suci
Ramadhan,dengan cara mengadakan slamatan
mengundang tetangga ,kerabat untuk bersama-sama menikmati
hidangan.makanan yang disediakan juga terbagi 2 yaitu makanan yang dihidangkan
ditempat dan makanan yang dibawa pulang ke rumah..dalam istilah almarkhum
al-maghfurlah..KH.Zaeni Nadhif “legowo” di leg ada dan di gawa ada “
Secara legalitas hokum sya’ra
memang tidak ada perintah dari Allah
melalui al-qur’an dan perintah RAsul
melalui Hadis tentang perintah unggah-unggahan menyambut bulan suci Ramadhan ,namun
dalam tradisi unggah-unggahan tersirat banyak tuntunan diantaranya
1.
Menyambut
Bulan Ramadhan dengan memperbanyak kebaikan
Awal bulan rajab Rasulullah
menganjurkan agar memohon kepada Allah diberikan keberkahan di bulan rajab dan
Sya’ban ,dalam istilah agama yakni زِيَادَةُ الخَيْرِ
“menambah kebaikan”
للهم بارك لنا فى رجب و شعبان وبلغنا رمضان
(Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab, Sya'ban serta
sampaikanlah
kami ke bulan Ramadhan)
Doa inilah kemudian oleh para ulama
salaf agar kita memperbanyak kebaikan dengan kegiatan apapun termasuk shodaqoh
yang berfungsi sebagai penghapus dosa,penolak bala dan penambah kebaikan.
Sedangkan kalimat unggah-unggahan
mempunyai makna dibulan ramadahan diharapkan umat Islam berlomba-lomba
melakukan kebaikan dalam istilah al-qur’an Fastabiqul Khoerot agar pahalanya bertambah dan bisa mendapatkan
hasil yang maksimal sebagai bekal hidup didunia dan akherat.Istilah
unggah-ungahan tidak diiringi dengan udhuhn-udhunan mengandung arti bahwa
kebaikan itu jangan sampai ada kemunduran karena kalau seseorang mengalami
kemunduran beramal sholeh maka termasuk orang yang celaka (lihat Kitab
Nashoihul Ibad tentang alamat syaqowah).
2.
Mempererat
siaturahiim dengan kerabat dan tetangga dengan sodaqoh
Kehidupan bertetangga merupakan fitrah
manusia untuk bersosialisasi dengan sesama manusia terlebih pada kerabat.kesibukan harian
ternyata memungkinkan seseorang untuk jarang bertemu dengan tetangga dan
kerabatnya,moment ramadhan membangkitkan persaudaraan nasab dan tetangga
,sehingga sangat baik untuk mengundang mereka sekaligus bershodaqoh .Rasullah
dalam hadisnya . Shodaqoh
yang termasuk dalam kategori shodaqoh-shodaqoh yang disunnahkan. Tujuan dari
shodaqoh adalah membantu orang-orang yang sedang membutuhkan bantuan mendesak
serta meringankan beban oang-orang yang kesulitan secara finansial, sebagaimana
hadits Rasulullah saw : “Setiap muslim harus bershodaqoh. Mereka
bertanya,’Wahai Nabi Allah bagaimana dengan orang yang tidak punya?’ Rasulullah
saw bersabda : ‘Hendaklah ia berusaha dengan tangannya sehingga dapat
menguntungkan dirinya lalu ia bershodaqoh.’ Mereka bertanya lagi :’Jika tidak
ada? Rasulullah saw bersabda,’Hendaklah ia membantu orang yang memiliki
kebutuhan yang mendesak serta mengharapkan bantuan.’ Mereka bertanya,
"Jika tidak ada?" Rasulullah menjawab, ’Hendaklah ia melakukan
kebaikan dan menahan diri dari kemunkaran. Sesungguhnya hal ini adalah
shodaqoh.” (HR. Bukhori).
Dari hadits ini, bisa difahami bahwa shodaqoh bisa diberikan
kepada siapa saja yang membutuhkan bantuan untuk meringankan
kesulitan-kesulitannya. Namun demikian, yang lebih utama adalah shodaqoh
tersebut diberikan kepada keluarga, kaum kerabat kemudian tetangga sekitar,
berdasarkan firman Allah swt : “Kepada anak yatim yang mempunyai hubungan
kerabat. “ (QS. Al Balad : 15) serta hadits Rasulullah saw : “Jika salah
seorang diantaramu miskin, hendaklah dimulai dengan dirinya, jika ada kelebihan
maka untuk keluarganya, jika ada kelebihan lagi untuk kerabatnya.” Atau beliau
bersabda : “Untuk yang ada hubungan kekeluargaan dengannya. Kemudian apabila
masih ada barulah untuk ini dan itu.” (HR. Ahmad dan Muslim). (http://www.eramuslim.com/ustadz)
3.
Meminta
maaf kepada sesama
Salah
kemulyaan dari bulan Rajab,bulan Syaban dan bulan Ramadhan adalah bulan rajab
sebagai pembersih hati dan masa tanam
bulan Syaban adalah bulan pembersih badan ,masa pemupukan dan bulan
Ramadhan adalah bulan perbersih ruh dan
panen.Saat menjelang Ramadhan adalah saat yang tepat untuk membersihkan
hati dan badan dari kesalahan hablun
minallah dan hablu minas.Hablu minnallah dengan bertaubat dan Hablu minas
dengan bermaaf-maafan sesama manusia.Unggah-unggahan adalah sarana yang pas
untuk berkumpul dan saling bermaaf-maafan dengan tetangga dan kerabat.
4.
Mengirimkan
doa kepada ahli kubur
Dalam
tradisi ahlu sunnah wal jamaah biasanya acara unggah-unggahan mesti dilakukan
pembacaan kalimat Tayyibah ( Tahlilan) untuk mengirimkan pahalanya ke para ahli
kubur dan tentunya ada shodaqoh yang juga pahalnya untuk ahli kubur.
Dari bebrapa yang sudah
disampaikan diatas,tentunya kita tidak boleh memandang sebelah mata atau
menganggap bahwa unggah-unggahan adalah sesuatu yang melanggar syariat ,karena
banyak makna dan pembelajaran yang ada pada cara tersebut,termasuk persiapan
llahir dan bathin mengadapi datangnya bulan suci Ramadlan .